BUNTOK | Di balik kemeriahan peringatan Hari Jadi ke-67 Kabupaten Barito Selatan (Barsel), terselip harapan dari warga yang turut menyukseskan kegiatan minuman gratis. Mereka telah mengeluarkan modal, menyiapkan dagangan, dan ikut mengambil bagian dalam kegiatan tersebut. Namun, berdasarkan keluhan yang disampaikan di media sosial, masih ada penyedia yang mempertanyakan kapan pembayaran mereka akan diterima.
Keluhan itu disampaikan seorang warga berinisial SN melalui grup Facebook Aspirasi Masyarakat Barsel (AMBS), sebagaimana terlihat dalam tangkapan layar yang diterima media. Pada pukul 22.31 WIB, SN menyampaikan pertanyaan sederhana, tetapi menyangkut kebutuhan penting bagi warga yang menggantungkan penghasilan dari usaha kecil: apakah dana pembayaran bagi penyedia minuman gratis sudah dicairkan?
Dengan bahasa sehari-hari, SN mengungkapkan keprihatinannya terhadap warga yang telah menggunakan modal untuk menyediakan dagangan. Bagi sebagian pelaku usaha kecil, modal bukanlah uang berlebih yang bisa dibiarkan begitu saja. Modal itulah yang diputar setiap hari untuk membeli bahan, menyiapkan jualan, memenuhi kebutuhan keluarga, dan kembali menjalankan usaha keesokan harinya.
“Kasihan orang yang menyediakan, modal itu-itu saja, duitnya belum cair kah. Tidak bisa lagi orang bermodal untuk jualan keseharian,” demikian inti keluhan SN dalam unggahannya. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila informasi yang disampaikan belum tepat. Ungkapan tersebut memperlihatkan keresahan warga yang berharap memperoleh kepastian, bukan sekadar janji tanpa kejelasan waktu.
Keluhan itu kemudian mendapat tanggapan langsung dari Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Barito Selatan, DR. Ita Minarni, S.T. Dalam komentar di grup AMBS, Ita menyampaikan terima kasih atas informasi yang diberikan dan mengaku baru mengetahui adanya penyedia yang belum menerima pembayaran.
“Terima kasih infonya, kami baru tahu kalau belum dibayar. Bagi yang belum, segera menghadap. Insyaallah akan kami bayar segera,” demikian tanggapan Ita Minarni sebagaimana terlihat dalam tangkapan layar yang diterima media.
Respons tersebut memberikan harapan bagi penyedia yang masih menunggu. Setidaknya, keluhan yang disampaikan melalui ruang komunikasi masyarakat telah mendapat perhatian dari pejabat daerah. Kini, harapan warga tertuju pada tindak lanjut agar persoalan itu dapat diselesaikan dengan baik dan mereka bisa kembali menjalankan usaha tanpa terus dibayangi ketidakpastian pembayaran.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, persoalan ini berkaitan dengan kegiatan penyediaan makanan dan minuman gratis dalam rangka Hari Jadi ke-67 Kabupaten Barito Selatan yang dilaksanakan pada 20 September 2026 di Stadion Batuah, Buntok. Salah satu bentuk kegiatan tersebut adalah pembagian minuman gratis menggunakan kupon. Foto kupon yang diterima media turut mencantumkan tanggal berlaku 20 September 2026.
Di balik selembar kupon dan kegiatan yang berlangsung sehari, ada warga yang harus menyiapkan barang, tenaga, serta biaya terlebih dahulu. Bagi pelaku usaha kecil, keterlambatan pembayaran dapat berpengaruh langsung terhadap kemampuan mereka membeli bahan dagangan berikutnya. Karena itu, persoalan ini bukan semata-mata mengenai administrasi, melainkan juga menyangkut kelangsungan usaha dan kebutuhan sehari-hari keluarga.
Admin grup AMBS, TBP, turut menyampaikan terima kasih kepada Pj Sekda karena telah meluangkan waktu untuk merespons aspirasi masyarakat di tengah kesibukannya. Ia juga menyampaikan doa agar Ita Minarni beserta suaminya senantiasa diberikan kesehatan. Respons dan apresiasi tersebut menjadi bagian dari komunikasi antara pemerintah daerah dan masyarakat yang diharapkan terus terjaga secara terbuka, santun, dan saling menghargai.
Meski demikian, hal terpenting bagi penyedia yang masih menunggu adalah kepastian penyelesaian pembayaran. Pemerintah daerah dan pihak panitia diharapkan dapat mendata kembali penyedia yang belum menerima haknya, memeriksa kelengkapan administrasi, serta memberikan informasi yang jelas mengenai tahapan dan waktu pembayaran. Hingga berita ini disusun, belum diperoleh data terverifikasi mengenai jumlah penyedia yang masih menunggu pembayaran maupun total dana yang belum dicairkan.
Harapan masyarakat tentu sederhana: ketika mereka telah ikut membantu menyukseskan kegiatan daerah dengan mengeluarkan modal dan tenaga, hak mereka juga perlu diselesaikan sesuai ketentuan dan kesepakatan. Imbauan Pj Sekda agar penyedia yang belum dibayar segera menghadap diharapkan menjadi pintu penyelesaian, sehingga tidak ada warga yang merasa berjalan sendiri menghadapi persoalan tersebut. Sebab, keberhasilan perayaan Hari Jadi ke-67 Kabupaten Barito Selatan bukan hanya tentang kemeriahan acara, tetapi juga tentang bagaimana setiap warga yang terlibat dihargai, diperhatikan, dan memperoleh kepastian atas haknya.
TIM
