Maumere, 13 September 2026 — TNI Angkatan Laut terus memperkuat dukungan dalam penanganan dampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Melalui KRI Makassar-590, bantuan logistik diberangkatkan dari Maumere untuk didistribusikan kepada masyarakat terdampak yang mengungsi di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Minggu (13/9/2026).
KRI Makassar-590 tiba dan berlabuh di perairan Maumere pada pagi hari. Selanjutnya, tiga unit Landing Craft Vehicle Personnel (LCVP) dan satu unit Rigid Buoyancy Boat (RBB) dikerahkan menuju Dermaga 2 Pelabuhan L. Say Maumere untuk melaksanakan proses embarkasi bantuan logistik.
Proses embarkasi dilaksanakan oleh personel Lanal Maumere bersama staf BNPB, Komandan Lanal Maumere yang diwakili oleh Pasops Lanal Maumere, Mayor Laut (P) Paulino Castro Dos Santos, memimpin langsung jalannya pengamanan dan proses pemindahan material di lapangan dikawal ketat oleh Danunit Lanal Maumere Kapten Laut (E) Mardin, Dandenpom Lanal Maumere Kapten Laut (PM) Muh. Agustoni Ervandik, Pgs Dansatma Lanal Maumere Lettu Laut (T) Fransisco B.J., beserta personel Lanal Maumere dan Staf BNPB. Bantuan yang telah dimuat menggunakan LCVP selanjutnya dibawa menuju KRI Makassar-590 untuk kemudian diangkut menuju Pulau Palue.
Adapun bantuan logistik yang diangkut meliputi 10 unit profil tank berkapasitas 2.300 liter, 32 unit profil tank 300 ml, 100 unit hygiene kit, 100 unit pakaian anak, 16 ikat telur masing-masing 180 butir, enam dus rendang BNPB, 100 dus mi instan, 30 dus Lasegar, 100 lembar tikar, 50 dus biskuit, 16 dus deterjen, 16 dus minyak goreng, 16 dus pembalut, serta 32 dus pampers.
Setelah seluruh rangkaian embarkasi selesai, KRI Makassar-590 bertolak dari perairan Maumere menuju Pulau Palue untuk melanjutkan misi pendistribusian bantuan kepada masyarakat terdampak gempa bumi.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari dukungan TNI Angkatan Laut melalui Kodaeral VII dalam hal ini Lanal Maumere dalam membantu percepatan penanganan bencana di NTT, khususnya memastikan bantuan logistik dapat menjangkau masyarakat di wilayah kepulauan yang membutuhkan.



