• Jelajahi

    Copyright © INSPIRASI PUBLIK
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    KAN KURANJI TEGAS DUKUNG IRWAN BASIR DATUK RAJO ALAM PIMPIN LKAAM PADANG: TOLAK DUALISME KEPEMIMPINAN ADAT

    Minggu, 13 September 2026, September 13, 2026 WIB Last Updated 2026-09-13T09:06:56Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini
    KAN KURANJI TEGAS DUKUNG IRWAN BASIR DATUK RAJO ALAM PIMPIN LKAAM PADANG: TOLAK DUALISME KEPEMIMPINAN ADAT

    PADANG | Dukungan terhadap Irwan Basir Datuk Rajo Alam sebagai calon Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kota Padang terus menguat. Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Kuranji terpilih periode 2026–2031, Musda Firman Datuak Rajo Diguci, bersama rombongan niniak mamak mengantarkan sekaligus menyatakan dukungan kepada Irwan Basir Datuk Rajo Alam, Kamis (10/9/2026) siang.

    Musda Firman mengatakan, dukungan tersebut merupakan aspirasi dan kesepakatan para niniak mamak dengan harapan kepemimpinan LKAAM Kota Padang ke depan dapat berjalan selaras dengan KAN yang berada di wilayah adat masing-masing. Menurutnya, sinergi tersebut penting agar struktur dan kepemimpinan adat memiliki arah yang jelas serta tidak menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat.

    Ia menegaskan, persoalan dualisme kepemimpinan adat bukan sekadar menyangkut struktur kelembagaan, tetapi juga dapat berdampak pada pemahaman masyarakat mengenai kedudukan penghulu, gelar adat, kaum, serta tatanan adat yang berlaku. Karena itu, dukungan kepada Irwan Basir Datuk Rajo Alam dinilai sebagai bagian dari upaya memperjelas kepemimpinan adat di Kota Padang.

    “Pengantaran kami ini memang atas keinginan seluruh niniak mamak agar LKAAM di masa yang akan datang sejalan dengan KAN dan mencegah terjadinya dualisme kepemimpinan dalam satu adat,” ujar Musda Firman. Ia juga menegaskan bahwa pihaknya ingin memperjelas kedudukan Datuk Rajo Alam dalam tatanan adat yang mereka yakini berlaku.

    Sebagai Ketua KAN Negeri Pauh Sembilan, Musda Firman turut menyinggung keberadaan gelar Datuk Rajo Diguci di wilayah tersebut. Ia menegaskan tidak ada dua kepemimpinan adat dalam satu wilayah dan meminta masyarakat tidak terjebak pada persepsi yang dapat menimbulkan kerancuan mengenai kedudukan penghulu serta gelar adat.

    “Saat ini kebetulan saya adalah Ketua KAN Negeri Pauh Sembilan. Ini untuk menghilangkan cerita-cerita di belakang bahwa di Pauh Sembilan dan di negeri-negeri ada dua kepemimpinan. Tidak ada,” tegasnya. Menurut dia, gelar adat tidak semestinya dipandang hanya sebagai simbol sosial, karena berkaitan dengan pribadi, kaum, pusako, serta jati diri dalam tatanan adat Minangkabau.

    Lebih lanjut, Musda Firman berharap LKAAM Kota Padang ke depan mampu memperkuat komunikasi dan sinergi bersama KAN, niniak mamak, serta unsur adat lainnya. Menurutnya, hubungan kelembagaan yang harmonis diperlukan untuk menjaga marwah adat, memperkuat tatanan kelembagaan, sekaligus memberikan pemahaman yang jelas kepada masyarakat mengenai kedudukan masing-masing unsur adat.

    Dukungan kepada Irwan Basir Datuk Rajo Alam, kata Musda Firman, bukan semata-mata berkaitan dengan proses pencalonan Ketua LKAAM Kota Padang, melainkan membawa harapan para niniak mamak agar kepemimpinan adat ke depan berjalan lebih terkoordinasi dan tidak melahirkan dualisme. “Karena itu, kami mengusung Datuk Rajo Alam atas kesepakatan seluruh niniak mamak untuk mencegah hal-hal seperti ini terjadi di kemudian hari,” pungkasnya. Dengan demikian, proses pemilihan Ketua LKAAM Kota Padang diharapkan menjadi momentum memperkuat persatuan, koordinasi, dan marwah adat Minangkabau di Kota Padang.

    Katim RMO Group | Wyndoee

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini