INSPIRASI PUBLIK, BARSEL | BUNTOK – Merespons dampak kekeringan ekstrem yang melanda Jalan Pendang, wilayah Kalahien, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Barito Selatan mengerahkan Tim Backup Pasukan Karhutla Pol PP Barsel 2026 untuk menyalurkan bantuan air bersih secara langsung ke rumah-rumah warga, Jumat, 23 Oktober 2026. Sumur warga yang mengering akibat musim kemarau membuat pemenuhan kebutuhan air bersih semakin sulit, sehingga langkah cepat petugas menjadi bentuk kepedulian nyata terhadap masyarakat yang terdampak.
Aksi kemanusiaan tersebut dilaksanakan oleh tim Satpol PP Barsel di bawah koordinasi Plt. Kepala Satpol PP Barito Selatan, Olliev Frata, S.AP. Tim mendatangi kawasan terdampak dengan membawa sarana distribusi air untuk membantu warga memenuhi kebutuhan sehari-hari. Penyaluran dilakukan secara langsung agar bantuan dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan di tengah keterbatasan pasokan air.
Olliev menegaskan, tugas Satpol PP tidak hanya berkaitan dengan penegakan peraturan daerah maupun penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), tetapi juga mencakup kepedulian terhadap persoalan kemanusiaan yang dihadapi masyarakat. Menurutnya, ketika kekeringan menyebabkan sumur warga tidak lagi mencukupi kebutuhan dasar, kehadiran petugas di lapangan harus mampu memberikan manfaat yang dirasakan secara langsung.
“Kekeringan di Jalan Pendang sudah berlangsung beberapa minggu, sumur warga kering. Jadi kami hadir untuk membantu,” ujar Olliev. Untuk mendukung distribusi, petugas mengoperasikan mobil pikap yang dilengkapi tandon air berkapasitas 1.000 liter dan mesin pompa. Air tersebut dimanfaatkan warga untuk kebutuhan vital, seperti minum, memasak, serta keperluan mandi, cuci, dan kakus (MCK), dengan tetap memperhatikan kelayakan air untuk setiap penggunaan.
Selain mendistribusikan air bersih, tim gabungan Satpol PP dan Damkar Barsel yang bersiaga selama 24 jam juga melaksanakan patroli rutin serta memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Langkah ini penting karena musim kemarau ekstrem dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan, yang berpotensi memperburuk kualitas udara serta mengganggu kehidupan masyarakat di sekitar wilayah terdampak.
Bantuan tersebut mendapat sambutan positif dari warga yang menghadapi kesulitan air bersih. Distribusi air PDAM yang turut tersendat akibat kabut asap semakin memperberat kondisi masyarakat. Olliev memastikan penyaluran air akan dilanjutkan secara bergiliran ke desa-desa lain yang mengalami kekeringan, sesuai kebutuhan dan kondisi lapangan. Ia juga mengimbau warga yang membutuhkan air bersih maupun menemukan titik api agar segera melapor ke Posko Satpol PP. “Tim backup kami siap siaga kapan saja untuk masyarakat Barsel,” tutupnya.
ML
