PTM Kembali Dimulai 2 November 2026, Seluruh Sekolah di Barito Selatan Bersiap Normal Usai Kabut Asap Karhutla

INSPIRASI PUBLIK, BARSEL | Aktivitas pembelajaran tatap muka (PTM) di seluruh satuan pendidikan Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, dijadwalkan kembali aktif mulai Senin, 2 November 2026. Kebijakan ini menjadi langkah pemulihan dunia pendidikan setelah selama beberapa bulan kegiatan belajar mengajar dilaksanakan dari rumah akibat kabut asap yang ditimbulkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Buntok, Sabtu (31/10/2026).

Kembalinya kegiatan belajar mengajar secara langsung tersebut berdasarkan Surat Edaran Bupati Barito Selatan Nomor 1970/Disdik/X/2026 tentang penyesuaian kembali proses pembelajaran di sekolah setelah kondisi kabut asap akibat Karhutla mulai menunjukkan perkembangan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Selatan, Dr. Manat Simajuntak, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari perkembangan kondisi kualitas udara, dengan mempertimbangkan indikator Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang sebelumnya mengalami peningkatan dan berdampak terhadap aktivitas pendidikan di wilayah Barito Selatan.

Sesuai kebijakan tersebut, mulai Senin, 2 November 2026, seluruh sekolah negeri maupun swasta, mulai dari jenjang Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA), kembali melaksanakan pembelajaran secara tatap muka.

Manat Simajuntak menegaskan, dimulainya kembali aktivitas sekolah secara normal harus tetap diiringi kewaspadaan seluruh pihak terhadap kemungkinan perubahan kualitas udara. Ia mengingatkan kepala sekolah dan tenaga pendidik agar terus memperhatikan perkembangan ISPU serta kondisi kesehatan peserta didik.

"Kami berharap proses belajar mengajar berjalan dengan normal dan optimal. Namun, kesehatan dan keselamatan peserta didik harus tetap menjadi perhatian khusus," tegas Manat.

Ia juga menyampaikan bahwa apabila kondisi kualitas udara kembali memburuk dan ISPU menunjukkan peningkatan pencemaran, pelaksanaan pembelajaran dapat kembali disesuaikan berdasarkan ketentuan yang berlaku. Dengan demikian, kepentingan pendidikan tetap berjalan tanpa mengabaikan perlindungan kesehatan para siswa dan tenaga pendidik.

Dimulainya kembali pembelajaran tatap muka ini diharapkan menjadi momentum pemulihan sektor pendidikan di Kabupaten Barito Selatan. Setelah melewati masa pembelajaran dari rumah akibat dampak Karhutla, para peserta didik kini berkesempatan kembali mengikuti kegiatan belajar secara langsung, berinteraksi dengan guru, serta membangun kembali suasana pendidikan di lingkungan sekolah.

ML

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama