Seorang warga yang melintas di jalur tersebut mengungkapkan, kobaran api terlihat di sisi jalan ketika dirinya berangkat. Namun, saat kembali melintasi jalur yang sama, api juga terlihat di sisi jalan yang berlawanan. Kondisi itu menunjukkan bahwa kebakaran terjadi di lebih dari satu sisi ruas jalan dan membutuhkan penanganan cepat agar tidak semakin meluas.
Mengetahui adanya kebakaran, awak media berupaya menghubungi petugas terkait untuk menyampaikan informasi tersebut. Namun, komunikasi terkendala buruknya jaringan sinyal di lokasi. Dalam perjalanan, awak media kemudian bertemu dengan petugas Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) yang bergerak di kawasan Dusun Hilir, sekitar arah Simpang Rikut Jau, Desa Sababilah, menuju wilayah Tabak, Kabupaten Barito Selatan.
Setelah menerima informasi mengenai titik kebakaran, petugas KPHL Gerbang Barito Hilir segera bergerak menuju lokasi kejadian. Mereka membawa mobil berkapasitas sekitar 5.000 liter air untuk mendukung upaya pemadaman. Setibanya di lokasi, petugas langsung berjibaku melawan kobaran api yang terus menyala, sementara sebagian personel turut membantu mengatur arus lalu lintas demi menjaga keselamatan pengguna jalan.
Situasi di lapangan semakin memprihatinkan menjelang waktu Magrib hingga malam hari. Api yang semula terlihat membakar vegetasi di pinggir jalan mulai menjalar ke bagian dalam kawasan hutan dan lahan. Kondisi tersebut berpotensi memperluas area terdampak, terlebih apabila kobaran api terus merambat dan asap mengganggu jarak pandang pengendara yang melintasi jalur nasional tersebut.
Di tengah upaya pemadaman, salah seorang petugas karhutla mengungkapkan kendala yang mereka hadapi di lapangan. Petugas mengaku kehabisan bahan bakar untuk mendukung operasional mesin pompa air, sementara mereka telah bekerja sepanjang hari. Keterbatasan logistik tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi petugas yang harus terus berupaya mengendalikan api di tengah kondisi lapangan yang melelahkan.
Kerja keras petugas KPHL Gerbang Barito Hilir dan seluruh personel yang terlibat patut mendapat apresiasi. Mereka tetap berupaya memadamkan api sekaligus menjaga keselamatan pengguna jalan, meskipun menghadapi keterbatasan bahan bakar, waktu kerja yang panjang, serta kobaran api yang terus meluas. Dukungan logistik dan koordinasi antarpihak sangat dibutuhkan agar penanganan karhutla dapat berjalan maksimal dan risiko meluasnya kebakaran bisa ditekan.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bahwa penanganan karhutla membutuhkan respons cepat, kesiapan peralatan, ketersediaan bahan bakar, serta kepedulian seluruh elemen masyarakat. Pengguna jalan diimbau meningkatkan kewaspadaan saat melintasi kawasan yang terdampak asap, sedangkan masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan. Semoga para petugas senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, dan kekuatan dalam menjalankan tugas kemanusiaan, serta kebakaran di wilayah Barito Selatan segera dapat dikendalikan.
ML
