Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto Resmikan Musala Darul Agung di Mako Polsek Pasaman

POLRES PASAMAN BARAT | Kehadiran rumah ibadah di lingkungan kepolisian bukan sekadar pelengkap fasilitas kantor, melainkan ruang untuk menumbuhkan ketenangan batin, memperkuat keimanan, serta mengingatkan setiap personel akan pentingnya menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab. Semangat tersebut mewarnai peresmian Musala Darul Agung di Markas Komando (Mako) Polsek Pasaman, Polres Pasaman Barat, Sumatera Barat, yang diresmikan langsung oleh Kapolres Pasaman Barat, AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., M.H., pada Rabu (14/10/2026). Peresmian ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pembinaan mental dan rohani personel agar nilai keagamaan dapat berjalan seiring dengan pelaksanaan tugas kepolisian.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Pasaman Barat menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mengambil bagian dalam pembangunan Musala Darul Agung, terutama jajaran Polsek Pasaman serta para donatur yang memberikan dukungan. Menurutnya, terwujudnya fasilitas ibadah tersebut merupakan hasil kontribusi dan kepedulian bersama. Dukungan berbagai pihak menunjukkan bahwa semangat kebersamaan masih menjadi kekuatan penting dalam membangun lingkungan kerja yang tidak hanya mengutamakan pelaksanaan tugas, tetapi juga memperhatikan kebutuhan spiritual personel.
AKBP Agung Tribawanto menegaskan bahwa keberadaan Musala Darul Agung di lingkungan Mako Polsek Pasaman diharapkan memberikan manfaat nyata bagi anggota dalam menjalankan ibadah di sela-sela kesibukan kedinasan. Fasilitas tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa tugas sebagai anggota Polri tidak hanya menuntut kesiapan fisik dan profesionalitas, tetapi juga memerlukan kematangan mental, pengendalian diri, serta landasan moral yang kuat. Dengan demikian, pembinaan rohani diharapkan menjadi bagian penting dalam membentuk karakter personel yang disiplin, bertanggung jawab, dan mampu menghadapi berbagai tantangan pelayanan masyarakat.

Kapolres juga mengharapkan agar musala tersebut tidak hanya dimanfaatkan sebagai tempat menunaikan kewajiban ibadah, tetapi turut menjadi sarana memperdalam nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Keimanan, menurut pesan yang disampaikan dalam kegiatan itu, perlu tercermin melalui perilaku nyata, mulai dari kejujuran dalam menjalankan tugas, kedisiplinan menaati aturan, sikap menghormati sesama, hingga kesediaan memberikan pertolongan kepada masyarakat yang membutuhkan. Nilai-nilai tersebut menjadi penting agar kehadiran kepolisian benar-benar dirasakan sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Lebih jauh, pembinaan spiritual di lingkungan kepolisian diharapkan mampu memperkuat sikap humanis personel ketika berhadapan dengan masyarakat dari berbagai latar belakang dan persoalan. Anggota Polri dituntut tidak hanya memahami prosedur serta ketentuan hukum, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, kesabaran, dan kemampuan berkomunikasi secara baik. Pelayanan yang dilaksanakan dengan hati nurani, tetap berpedoman pada hukum, serta menjunjung tinggi keadilan merupakan bagian penting dalam membangun kepercayaan publik. Dalam konteks tersebut, Musala Darul Agung diharapkan menjadi salah satu ruang untuk menumbuhkan refleksi diri dan memperkuat komitmen pengabdian.

Rangkaian peresmian berlangsung dengan sejumlah kegiatan keagamaan, diawali penyampaian sepatah kata oleh tokoh agama, kemudian dilanjutkan ceramah agama oleh ustaz dan doa bersama. Suasana tersebut memberikan ruang bagi para peserta untuk merenungkan makna pembangunan rumah ibadah serta pentingnya menjaga nilai kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat. Kegiatan keagamaan itu juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antara pihak-pihak yang hadir sekaligus meneguhkan harapan agar fasilitas yang telah dibangun dapat dirawat dan dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Dalam tausiah yang disampaikan, pembangunan rumah ibadah diingatkan sebagai bentuk amal jariah yang diharapkan mendatangkan pahala bagi mereka yang berkontribusi dengan niat tulus. Sumbangsih tidak semata-mata dinilai dari besarnya materi yang diberikan, tetapi juga dapat berupa tenaga, pemikiran, perhatian, serta dukungan sesuai kemampuan masing-masing. Pesan tersebut selaras dengan semangat gotong royong yang mengiringi pembangunan Musala Darul Agung, sekaligus mengajak seluruh pihak untuk terus menumbuhkan kepedulian terhadap kegiatan keagamaan dan kepentingan bersama.

Prosesi peresmian kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan plakat Musala Darul Agung oleh Kapolres Pasaman Barat, yang diikuti rombongan, serta pemotongan pita sebagai tanda diresmikannya fasilitas ibadah tersebut. Prosesi itu menandai dimulainya pemanfaatan musala sebagai bagian dari sarana pendukung kegiatan keagamaan di lingkungan Mako Polsek Pasaman. Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan tidak berhenti pada seremoni peresmian, tetapi benar-benar diikuti pemanfaatan secara rutin, pemeliharaan yang baik, serta kegiatan pembinaan rohani yang memberikan dampak positif bagi personel.

Peresmian Musala Darul Agung juga membawa pesan bahwa membangun institusi kepolisian yang profesional perlu ditopang oleh pembentukan karakter dan budaya kerja yang sehat. Integritas bukan hanya terlihat dari kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga dari konsistensi antara ucapan dan tindakan, keberanian menolak penyimpangan, serta kesungguhan dalam melayani masyarakat tanpa membeda-bedakan. Karena itu, nilai keagamaan diharapkan dapat menjadi salah satu landasan moral yang memperkuat pelaksanaan tugas, tanpa mengesampingkan profesionalitas, akuntabilitas, dan kewajiban setiap anggota untuk bertindak sesuai ketentuan hukum.

Dengan diresmikannya Musala Darul Agung di Mako Polsek Pasaman, Polres Pasaman Barat berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai tempat ibadah sekaligus sarana memperkuat mental, rohani, dan moral personel. Dukungan jajaran kepolisian, tokoh agama, dan para donatur menjadi bagian dari kebersamaan yang patut dijaga melalui perawatan serta pemanfaatan musala secara berkesinambungan. Semangat yang dibangun melalui kegiatan ini diharapkan tercermin dalam pelayanan yang semakin tulus, sikap yang semakin humanis, dan pelaksanaan tugas yang semakin bertanggung jawab. Pada akhirnya, penguatan keimanan dan integritas harus berjalan beriringan dengan komitmen POLRI BERSAMA MASYARAKAT, demi menghadirkan kepolisian yang dipercaya, melindungi, mengayomi, dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Pasaman Barat.

TIM RMO

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama