Kepemimpinan baru ini diharapkan mampu memperkuat solidaritas anggota, meningkatkan profesionalisme jurnalistik, dan mengembalikan PWI Pasaman Barat sebagai wadah perjuangan serta pengembangan kompetensi wartawan.Konferlub tersebut terlaksana dengan dukungan PWI Provinsi Sumatera Barat, Dewan Kehormatan PWI Sumbar, serta Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat melalui Dinas Komunikasi dan Informatika. Dalam sambutannya, Ketua PWI Sumbar mengucapkan selamat kepada Junir dan mengingatkan pentingnya kebersamaan dalam menjalankan organisasi. Ia menegaskan bahwa setiap kebijakan harus dibahas bersama, bukan diputuskan sepihak oleh ketua. Menurutnya, komunikasi, kekompakan, dan musyawarah menjadi fondasi utama agar kepengurusan PWI Pasaman Barat dapat bekerja secara solid serta membangun hubungan yang baik dengan PWI kabupaten dan kota lainnya di Sumatera Barat.
Ketua PWI Pasaman Barat terpilih, Junir, menyampaikan terima kasih kepada PWI Sumbar, Dewan Kehormatan, pemerintah daerah, panitia pelaksana, dan seluruh anggota yang telah memberikan dukungan. Ia menegaskan bahwa kepemimpinannya bukan untuk mengejar ambisi pribadi, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab menghidupkan kembali organisasi dan menjaga marwah profesi wartawan. “Pengurus harian tidak akan bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan dukungan dan kekompakan seluruh rekan-rekan. Kami juga siap menerima kritik dan saran demi kemajuan PWI Pasaman Barat,” ujarnya, seraya mengajak seluruh anggota membangun organisasi yang terbuka, profesional, dan mengedepankan kepentingan bersama.
Usai pemilihan, Tim Formatur melaksanakan rapat untuk menyusun kepengurusan PWI Kabupaten Pasaman Barat periode 2026–2029. Hasil musyawarah menetapkan M. Junir sebagai ketua, Yulison sebagai sekretaris, Yaser Arafat, S.H., sebagai wakil sekretaris, dan Altas Maulana M. sebagai bendahara. Susunan tersebut menjadi langkah awal dalam membagi tanggung jawab organisasi, memperkuat koordinasi internal, serta menyiapkan program kerja yang sesuai dengan kebutuhan wartawan dan perkembangan dunia jurnalistik.
Untuk bidang organisasi, ditetapkan Yusran Parsela; Bidang Pendidikan dan Peningkatan Kompetensi, Muhammad Bisri Baru Bara; Bidang Advokasi dan Pembelaan Wartawan, Ahmad Romi, S.H., M.H.; Bidang Kesejahteraan, Roni Paslah, S.H.; Bidang Kerja Sama dan Kemitraan, Wisnu A. Utama; Bidang Multimedia dan Teknologi Informasi, Wawan Saputra; Bidang Olahraga, Dodi Ifanda, S.H.; serta Bidang Pengelolaan Aset, Ade Media Saputra. Sementara itu, susunan Dewan Penasihat akan disesuaikan dengan arahan dan ketentuan organisasi PWI, termasuk mempertimbangkan tokoh pers senior di Kabupaten Pasaman Barat.
Hasil rapat Tim Formatur dituangkan dalam berita acara dan diserahkan kepada panitia pelaksana untuk diteruskan kepada PWI Provinsi Sumatera Barat guna diproses sesuai mekanisme organisasi. Apresiasi juga disampaikan kepada Yudison yang sebelumnya menjalankan tugas sebagai PRT PWI Pasaman Barat serta seluruh panitia yang telah mempersiapkan Konferlub. Tahapan ini menjadi bagian dari konsolidasi kelembagaan agar proses pembentukan kepengurusan berjalan tertib dan dapat dilanjutkan dengan penyelesaian administrasi serta pelantikan sesuai ketentuan yang berlaku.
Dalam menjalankan tugas ke depan, PWI Pasaman Barat diharapkan menjadikan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers sebagai landasan penting dalam menjaga kemerdekaan pers dan tanggung jawab jurnalistik. Profesionalisme wartawan juga harus diwujudkan melalui kepatuhan terhadap Kode Etik Jurnalistik, verifikasi informasi, pemberitaan berimbang, serta penghormatan terhadap hak jawab dan hak koreksi. Penguatan pendidikan jurnalistik, perlindungan terhadap wartawan dalam menjalankan tugas yang sah, dan peningkatan kesejahteraan anggota perlu menjadi bagian dari program kerja agar organisasi benar-benar memberikan manfaat bagi anggotanya dan masyarakat.
Konferlub PWI Pasaman Barat ditutup dengan penyerahan pataka dan foto bersama dalam suasana penuh keakraban. Momentum tersebut menjadi simbol dimulainya tanggung jawab baru bagi Junir dan seluruh jajaran pengurus untuk membangun organisasi yang aktif, solid, dan bermartabat sepanjang periode 2026–2029. Masyarakat berharap PWI Pasaman Barat dapat semakin berperan dalam menghadirkan informasi yang akurat, mendidik, dan dapat dipertanggungjawabkan, sekaligus menjadi mitra kritis yang konstruktif dalam pembangunan daerah tanpa mengorbankan independensi pers maupun kepentingan publik.
TIM
