BARITO SELATAN, INSPIRASI PUBLIK — Kepungan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti Kota Buntok, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, menjadi perhatian serius karena mengganggu kenyamanan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Di tengah kondisi tersebut, anggota DPRD Kabupaten Barito Selatan dari Fraksi PDI Perjuangan, H. Raden Sudarto atau yang akrab disapa H. Alek, turun langsung menunjukkan kepeduliannya dengan membagikan ribuan masker kepada masyarakat, Sabtu (10/10/2026) pagi.
Aksi sosial yang dilakukan menggunakan dana swadaya pribadi tersebut menyasar warga yang masih beraktivitas di tengah kabut asap. Bagi masyarakat yang harus tetap bekerja, berdagang, maupun menjalankan kegiatan sehari-hari, kondisi udara yang dipenuhi asap menjadi persoalan yang tidak bisa diabaikan. Pembagian masker diharapkan membantu warga melakukan perlindungan diri ketika berada di luar ruangan.
H. Alek menyasar sejumlah titik aktivitas masyarakat di Kota Buntok, mulai dari kawasan Pasar Plaza, galangan kayu, warung-warung, bundaran, hingga lokasi parkir. Di tempat-tempat tersebut, masyarakat tetap menjalankan rutinitasnya meskipun asap karhutla menyelimuti lingkungan sekitar. Kehadiran H. Alek menjadi bagian dari upaya membantu warga agar lebih memperhatikan keselamatan dan kesehatan di tengah situasi tersebut.
Pembagian ribuan masker ini bukan sekadar kegiatan sosial, melainkan bentuk kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat ketika menghadapi dampak bencana lingkungan. Dengan menggunakan dana pribadi, H. Alek berupaya menghadirkan bantuan langsung yang dapat dimanfaatkan warga. Langkah tersebut sekaligus mengingatkan bahwa penanganan dampak karhutla tidak hanya berkaitan dengan pemadaman api, tetapi juga perlindungan masyarakat yang terdampak asap.
Kabut asap yang semakin pekat menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan bersama. Paparan asap dapat mengganggu saluran pernapasan dan memperburuk kondisi kesehatan, terutama bagi anak-anak, lanjut usia, serta orang yang memiliki penyakit pernapasan atau jantung. Karena itu, masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika asap pekat, menggunakan masker yang sesuai, dan segera mencari pertolongan medis apabila mengalami sesak napas atau keluhan kesehatan serius.
Di tengah upaya membantu masyarakat, H. Alek turut memberikan apresiasi kepada petugas BPBD, TNI, Polri, dan para relawan yang terus berjibaku menangani kebakaran. Mereka bekerja melakukan upaya penanganan dan pemadaman di lapangan dengan harapan titik api dapat segera dikendalikan. Dukungan terhadap petugas tersebut dinilai penting karena penanganan karhutla membutuhkan kerja sama lintas unsur serta partisipasi aktif masyarakat.
Menurut H. Alek, masyarakat juga mempunyai peran penting dalam mencegah kebakaran semakin meluas. Warga diminta tidak bersikap pasif ketika menemukan indikasi kebakaran di sekitar lingkungan tempat tinggal atau lahan yang berpotensi terbakar. Informasi mengenai titik api harus segera disampaikan kepada petugas berwenang agar dapat diperiksa dan ditangani secepat mungkin.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan, terlebih ketika kondisi lingkungan rawan memicu penyebaran api. Pencegahan menjadi langkah penting karena kebakaran yang terlambat diketahui dapat meluas, menyulitkan proses pemadaman, dan memperpanjang dampak asap terhadap kehidupan masyarakat. Kesadaran menjaga lingkungan harus berjalan seiring dengan tindakan cepat petugas di lapangan.
Bagi H. Alek, kepedulian terhadap masyarakat dapat diwujudkan melalui tindakan nyata sesuai kebutuhan yang dihadapi warga. Pembagian masker menggunakan dana pribadi tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan langsung di tengah kondisi kabut asap. Ia berharap bantuan itu dapat dimanfaatkan masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran untuk menjaga kesehatan, mengikuti imbauan petugas, dan segera melaporkan apabila menemukan titik api.
Melalui kegiatan ini, H. Alek berharap penanganan karhutla di Kabupaten Barito Selatan dapat berjalan semakin efektif, titik api segera terkendali, dan kondisi udara di Kota Buntok berangsur membaik. Apresiasi kepada BPBD, TNI, Polri, dan relawan juga menjadi pengingat bahwa menghadapi karhutla memerlukan kerja bersama, mulai dari pencegahan, pemadaman, hingga perlindungan warga. Di tengah kepungan asap, kepedulian dan kewaspadaan menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan masyarakat Barito Selatan.
Kepedulian terhadap masyarakat tidak berhenti pada kata-kata, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata. Di tengah dampak karhutla, perlindungan kesehatan warga, pencegahan kebakaran, dan dukungan terhadap petugas harus menjadi perhatian bersama.
ML
