PASAMAN | Pelantikan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Pasaman periode 2026–2029 di Lantai III Kantor Bupati Pasaman, Jumat (25/9/2026), menghadirkan satu catatan menarik dalam perjalanan regenerasi organisasi kepemudaan di Ranah Pasaman.
Di tengah pelantikan kepengurusan yang dipimpin Ketua DPD KNPI Pasaman Ibnu Prama Yunas bersama Sekretaris Aditya Warman, perhatian turut tertuju kepada sosok muda bernama Barakha Fitra Irawan yang dipercaya mengemban amanah sebagai Bendahara DPD KNPI Pasaman.
Kepercayaan tersebut menjadi sorotan karena Barakha masih berusia 17 tahun. Penempatan figur muda dalam struktur kepengurusan tingkat daerah itu memperlihatkan adanya ruang bagi generasi muda untuk mulai terlibat secara langsung dalam organisasi, sekaligus belajar mengemban tanggung jawab kepemimpinan sejak dini.
Bagi Pimpinan Umum sekaligus Pemimpin Redaksi Sumbar Times Oke, Uda Rispondi, S.I.Kom., kehadiran Barakha menjadi bagian menarik dari wajah baru kepengurusan DPD KNPI Pasaman periode 2026–2029.
Rispondi menyampaikan apresiasi atas terbentuknya kepengurusan baru tersebut. Menurutnya, regenerasi organisasi pemuda akan memiliki makna ketika anak-anak muda tidak hanya ditempatkan sebagai penerima manfaat pembangunan, tetapi juga diberikan ruang untuk berproses, berorganisasi, dan mengambil tanggung jawab.
“Kepercayaan yang diberikan kepada Barakha di usia yang masih sangat muda merupakan sebuah amanah besar. Ini tentu menjadi pengalaman penting dalam proses pembentukan karakter, kepemimpinan, tanggung jawab, dan kematangan berorganisasi,” ujar Rispondi, Sabtu (26/9/2026).
Ia menilai perjalanan seorang pemuda dalam organisasi tidak semata-mata diukur dari usia, tetapi juga dari kesempatan untuk belajar dan membuktikan kemampuan melalui tanggung jawab yang dipercayakan kepadanya.
Menurut Rispondi, kepercayaan tersebut juga menjadi momentum yang membanggakan bagi keluarga Barakha. Dukungan keluarga, pendidikan karakter, lingkungan sosial, serta kesempatan berorganisasi menjadi sejumlah faktor yang dapat membantu seorang anak muda berkembang menghadapi tanggung jawab yang lebih besar.
“Bagi keluarga, tentu ini menjadi sebuah kebanggaan. Namun yang jauh lebih penting adalah bagaimana amanah tersebut dijalankan dengan penuh tanggung jawab, terus belajar, terbuka menerima arahan, serta mampu bekerja sama dengan seluruh jajaran kepengurusan,” katanya.
Lebih jauh, Rispondi melihat pelantikan DPD KNPI Pasaman bukan sekadar seremoni pergantian kepengurusan. Momentum tersebut merupakan bagian dari proses panjang membangun ekosistem kepemudaan yang memberikan ruang kepada generasi muda untuk berkontribusi di tengah masyarakat.
Organisasi kepemudaan, kata dia, memiliki posisi strategis dalam mempertemukan berbagai potensi anak muda. Dari ruang organisasi itulah gagasan, kreativitas, kepedulian sosial, serta kemampuan kepemimpinan dapat dikembangkan melalui pengalaman nyata.
Sementara itu, Ketua DPD KNPI Sumatera Barat Nanda Satria sebelumnya berpesan agar jajaran kepengurusan DPD KNPI Pasaman mampu menjaga soliditas internal dan membangun komunikasi yang baik dengan berbagai elemen kepemudaan.
Pesan tersebut menjadi penting karena KNPI berada dalam ruang yang mempertemukan beragam organisasi, latar belakang, gagasan, dan karakter generasi muda. Komunikasi yang terbuka diperlukan agar energi kepemudaan dapat diarahkan pada kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kepengurusan periode 2026–2029 kini menghadapi tantangan untuk membuktikan bahwa organisasi kepemudaan mampu hadir lebih dekat dengan kebutuhan generasi muda Pasaman. Program yang konkret, kolaborasi lintas organisasi, pengembangan kapasitas pemuda, serta kegiatan sosial dapat menjadi bagian dari ruang pengabdian tersebut.
Dalam konteks itulah, hadirnya Barakha Fitra Irawan di jajaran kepengurusan menjadi simbol bahwa regenerasi tidak harus menunggu seseorang berusia lebih tua. Yang dibutuhkan adalah ruang untuk belajar, kesempatan untuk berproses, serta pendampingan agar setiap amanah dapat dijalankan secara bertanggung jawab.
Bagi Barakha sendiri, posisi tersebut tentu bukan sekadar jabatan dalam struktur organisasi. Amanah sebagai bendahara akan menjadi pengalaman penting untuk memahami administrasi, pengelolaan organisasi, disiplin, transparansi, dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas bersama.
Rispondi berharap kepengurusan baru DPD KNPI Pasaman dapat menjadi wadah yang benar-benar membuka ruang bagi lahirnya kader-kader muda berkualitas. Menurutnya, keberhasilan regenerasi tidak cukup dilihat dari siapa yang dilantik hari ini, tetapi juga dari berapa banyak anak muda yang tumbuh menjadi pemimpin setelah melewati proses organisasi.
“Semoga DPD KNPI Pasaman periode 2026–2029 mampu menjaga kekompakan, menghadirkan program yang bermanfaat, dan memberikan ruang seluas-luasnya kepada generasi muda untuk berkembang. Kepada Barakha, jalankan amanah dengan rendah hati, disiplin, dan penuh tanggung jawab,” tutup Rispondi.
Pelantikan tersebut akhirnya bukan hanya mencatat lahirnya kepengurusan baru DPD KNPI Pasaman, tetapi juga menghadirkan pesan tentang pentingnya membuka pintu regenerasi. Dari usia muda, tanggung jawab mulai diberikan; dari organisasi, pengalaman ditempa; dan dari proses itulah kepemimpinan masa depan dapat tumbuh.
TIM

