• Jelajahi

    Copyright © INSPIRASI PUBLIK
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Kemarau Mencekik Warga Patas Satu, Air Bersih Dijual Rp80 Ribu–Rp120 Ribu per 1.200 Liter

    REDAKSI UTAMA
    Kamis, 03 September 2026, September 03, 2026 WIB Last Updated 2026-09-03T13:27:23Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    Barito Selatan, Inspirasi Publik — Kemarau panjang mulai memberikan tekanan nyata bagi masyarakat Desa Patas Satu, Kecamatan Gunung Bintang Awai (GBA), Kabupaten Barito Selatan (Barsel). Di tengah kebutuhan air bersih yang semakin mendesak, warga di RT 08 dan RT 09 kini harus mengeluarkan biaya cukup besar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

    Kondisi tersebut disampaikan Kepala Desa Patas Satu, Tino Rikardo, melalui pesan WhatsApp kepada media ini, Kamis (3/9/2026) sore. Ia menyebutkan, kesulitan mendapatkan air bersih saat ini paling dirasakan masyarakat yang berada di wilayah RT 08 dan RT 09.

    “Desa Patas Satu, Kecamatan Gunung Bintang Awai, saat ini kesulitan mendapatkan air bersih, terutama RT 08 dan RT 09,” ujar Tino.

    Persoalan tidak berhenti pada sulitnya memperoleh air. Warga yang membutuhkan terpaksa membeli air bersih dari penjual jasa pengangkutan air. Harganya pun bervariasi, mulai dari Rp80 ribu hingga Rp120 ribu untuk satu tandun berkapasitas sekitar 1.200 liter.

    Bagi sebagian warga, harga tersebut bukan angka yang ringan. Apalagi, kondisi ekonomi masyarakat yang disebut belum stabil harus menghadapi kebutuhan tambahan akibat kemarau. Air yang dibeli pun bukan untuk kebutuhan sesekali, melainkan digunakan untuk aktivitas sehari-hari di rumah.

    Berdasarkan perkiraan pemerintah desa, satu tandun air berkapasitas 1.200 liter hanya mampu mencukupi kebutuhan satu rumah selama kurang lebih tiga hari. Setelah persediaan habis, warga kembali harus membeli air dan bahkan menunggu antrean untuk mendapatkan pasokan berikutnya.

    Situasi ini membuat kebutuhan air bersih menjadi persoalan serius bagi masyarakat. Warga tidak hanya dihadapkan pada persoalan ketersediaan air, tetapi juga harus mempertimbangkan kemampuan ekonomi untuk membeli air secara berulang selama kondisi kemarau masih berlangsung.

    Tino Rikardo berharap kondisi yang dialami masyarakat tersebut mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Barito Selatan. Menurutnya, persoalan air bersih di wilayah RT 08 dan RT 09 Desa Patas Satu membutuhkan langkah penanganan agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau.

    Di sisi lain, kemarau juga membawa persoalan lain. Kondisi kering turut meningkatkan kekhawatiran terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pekatnya aroma asap akibat karhutla membuat aktivitas warga di luar rumah, termasuk kegiatan menuju kebun, menjadi semakin terganggu.

    Bagi warga Desa Patas Satu, persoalan air bersih dan dampak kemarau kini menjadi tantangan yang harus dihadapi bersamaan. Air menjadi kebutuhan utama yang harus dibeli, sementara asap dan kondisi lingkungan yang kurang bersahabat turut membatasi aktivitas masyarakat.

    Pemerintah desa pun berharap adanya perhatian dan langkah konkret dari pemerintah daerah untuk membantu masyarakat yang terdampak kekeringan. Bantuan atau solusi penyediaan air bersih dinilai sangat dibutuhkan agar warga, khususnya di RT 08 dan RT 09, tidak terus-menerus terbebani biaya pembelian air selama musim kemarau.

    (ML)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini