Kegiatan yang dipimpin Komandan Kodaeral VII Laksamana Muda TNI Joni Sudianto, CHRMP., M.Tr.Opsla., tersebut diikuti peserta dari unsur TNI maupun masyarakat. Turut hadir Inspektur Kodaeral VII, para Pejabat Utama dan Kasatker Kodaeral VII, jajaran Jalasenastri, perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Pelindo, Pelni, sekolah, serta seluruh personel Kodaeral VII.
Dalam sambutannya, Dankodaeral VII menyampaikan bahwa Lomba Band tidak hanya menjadi bagian dari kemeriahan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan HUT Kodaeral Tahun 2026, tetapi juga membawa misi kemanusiaan melalui penggalangan dana dan bahan bantuan bagi masyarakat yang terdampak gempa di Flores.
Dankodaeral VII menjelaskan bahwa bantuan kemanusiaan sebelumnya telah diberangkatkan menuju Flores pada Kamis, 20 Agustus 2026. Namun, penggalangan bantuan terus dilaksanakan untuk selanjutnya kembali dikirimkan dari Kupang menuju Flores pada 27 atau 28 Agustus 2026.
“Mudah-mudahan apa yang kita kumpulkan dan berikan kepada saudara kita yang menjadi korban bencana alam dapat bermanfaat dan menjadi pahala bagi kita semua,” ungkap Dankodaeral VII.
Lebih lanjut disampaikan, Lomba Band juga menjadi wadah bagi prajurit untuk menyalurkan bakat seni, membangun semangat kerja, serta mempererat soliditas dan jiwa korsa dalam pengabdian kepada bangsa dan negara. Sementara bagi masyarakat, khususnya generasi muda, kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang kreatif yang positif sekaligus sarana menumbuhkan nasionalisme dan kecintaan terhadap Tanah Air.
Melalui kegiatan tersebut, semangat peringatan kemerdekaan tidak hanya diwujudkan dalam sebuah kompetisi dan hiburan, tetapi juga diiringi aksi nyata kepedulian kepada masyarakat yang tengah menghadapi bencana. Penggalangan bantuan untuk korban gempa Flores menjadi wujud solidaritas dan semangat gotong royong dalam membantu meringankan beban masyarakat terdampak.







