Sinergi Pemkab Barsel dan Dunia Usaha, 51 Mata Ditargetkan Jalani Operasi Katarak Gratis

BUNTOK | Harapan untuk kembali melihat lebih jelas hadir bagi puluhan warga Kabupaten Barito Selatan. Pemerintah Kabupaten Barito Selatan bersama PT Adaro Indonesia, PT BUMA, dan PT SIS menggelar operasi katarak gratis bagi masyarakat di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Barito Selatan, Jalan Pelita Raya, Buntok, Rabu hingga Kamis, 7–8 Oktober 2026.

Kegiatan sosial di bidang kesehatan tersebut menargetkan sebanyak 51 mata untuk mendapatkan tindakan operasi katarak. Program ini menjadi bagian dari kepedulian bersama dalam membantu masyarakat yang mengalami gangguan penglihatan akibat katarak, sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha melalui dukungan program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.
Pembukaan kegiatan secara seremonial dilakukan oleh Wakil Bupati Barito Selatan, Khristianto Yudha, ST., MT. Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa pembangunan tidak dapat hanya bertumpu pada pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh komponen bangsa.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan sangat ditentukan oleh adanya sistem pelayanan yang mampu melibatkan pemerintah, pihak swasta, serta partisipasi aktif masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Daerah, saya sangat mengapresiasi kerja sama yang terbangun antara Pemerintah Kabupaten Barito Selatan melalui Dinas Kesehatan dengan PT Adaro Indonesia serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam kegiatan ini,” ujar Khristianto Yudha.

Ia menyebut sedikitnya ada sejumlah hal penting yang dapat dipetik dari pelaksanaan operasi katarak gratis tersebut. Salah satunya adalah pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadirkan pelayanan publik yang dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, tetapi perlu berkolaborasi dengan berbagai simpul lembaga dalam menghadirkan pelayanan publik yang inklusif. Kolaborasi lintas sektor seperti ini sangat membantu, terutama dalam menjangkau masyarakat yang memiliki keterbatasan,” katanya.

Wakil Bupati juga menilai keterlibatan unsur non-pemerintah dalam kegiatan sosial tersebut menjadi gambaran nyata tentang solidaritas dan kebersamaan dalam memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Bagi Pemkab Barito Selatan, operasi katarak gratis bukan sekadar kegiatan pelayanan kesehatan. Lebih dari itu, program tersebut merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah bersama dunia usaha untuk membantu masyarakat mendapatkan kembali kualitas penglihatan dan menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih baik.

“Ini merupakan wujud perhatian Pemerintah Daerah kepada masyarakat, khususnya di bidang kesehatan, dalam upaya menurunkan angka penyakit buta katarak di Kabupaten Barito Selatan,” tutur Khristianto Yudha.

Berdasarkan hasil skrining kesehatan yang telah dilakukan, sebanyak 51 mata ditargetkan mendapatkan tindakan operasi dalam kegiatan tersebut. Wabup pun menyampaikan rasa syukurnya karena masyarakat yang mengalami gangguan penglihatan akibat katarak dapat memperoleh layanan pengobatan tanpa harus terbebani biaya operasi.

“Saya turut berbahagia karena masyarakat mendapatkan pengobatan, terutama mereka yang mengalami gangguan penglihatan akibat penyakit katarak,” ujar Wabup yang akrab disapa Pak Tanto tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Barito Selatan dr. H. Dadang Baskoro Nugroho, SpPD., FINASIM, mengatakan kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Barito Selatan melalui Dinas Kesehatan dengan PT Adaro Indonesia, PT SIS, dan PT BUMA.

“Yang kita sasar sekarang adalah masyarakat yang mengalami buta katarak. Ini salah satu bentuk perhatian dan dukungan dari pemerintah daerah bersama pihak perusahaan dalam membantu masyarakat,” jelas dr. Dadang.

Ia mengatakan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian kepedulian sosial dalam momentum Hari Ulang Tahun ke-67 Kabupaten Barito Selatan. Program operasi katarak gratis ini bukan kali pertama dilakukan dan diharapkan dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang.

“Target operasi kita kali ini sebanyak 51 mata. Kegiatan seperti ini setiap tahun berjalan. Kita berharap tahun depan jumlahnya bisa ditingkatkan lagi, tentunya tergantung dukungan dana CSR dari perusahaan-perusahaan yang berpartisipasi,” tutup dr. Dadang.

Sinergi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan dunia usaha tersebut menjadi bukti bahwa pelayanan kesehatan dapat diperkuat melalui kerja bersama. Di balik angka 51 mata yang ditargetkan menjalani operasi, terdapat harapan masyarakat untuk kembali melihat dengan lebih baik, beraktivitas secara mandiri, dan menikmati kehidupan bersama keluarga.

(ML)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama