Bukan sekadar berdiri dalam satu barisan upacara, kehadiran unsur TNI-Polri, pemerintah daerah, Kejaksaan, DPRD, ASN dan elemen masyarakat menggambarkan pentingnya kekuatan bersama dalam menjaga daerah. Di tengah keberagaman Pasaman Barat, persatuan menjadi modal sosial yang harus terus dipelihara.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.” Tema tersebut menjadi pengingat bahwa Pancasila bukan hanya bagian dari sejarah bangsa, tetapi juga menjadi landasan dalam membangun kehidupan masyarakat yang saling menghormati dan menghargai perbedaan.
Bagi Pasaman Barat, pesan tersebut memiliki arti penting. Daerah dengan masyarakat yang beragam membutuhkan ruang kebersamaan yang kuat agar setiap perbedaan dapat ditempatkan sebagai kekayaan, bukan alasan untuk saling menjauh. Persatuan menjadi energi untuk menjaga ketenteraman sekaligus mendukung pembangunan daerah.
Kehadiran AKBP Agung Tribawanto dalam giat di Kantor Bupati Pasaman Barat juga memperlihatkan pentingnya koordinasi antarlembaga. Polres Pasaman Barat bersama TNI dan pemerintah daerah memiliki peran masing-masing yang saling melengkapi dalam menciptakan kondisi daerah yang aman, tertib dan kondusif.
Dalam menjaga kamtibmas, keberadaan aparat keamanan bukan satu-satunya unsur penentu. Masyarakat memiliki peran besar melalui kepatuhan terhadap hukum, kepedulian terhadap lingkungan, kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan serta kemampuan menyelesaikan persoalan secara damai.
Nilai persatuan juga tercermin dari kemauan untuk tidak mudah terprovokasi. Perbedaan pandangan, latar belakang maupun kepentingan merupakan bagian dari dinamika kehidupan masyarakat. Namun, semuanya perlu ditempatkan dalam koridor kebersamaan agar tidak berkembang menjadi persoalan yang mengganggu ketenteraman publik.
Polres Pasaman Barat melalui kehadiran personelnya di tengah masyarakat juga menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dan rasa aman. Perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada warga membutuhkan kedekatan serta kepedulian, sehingga persoalan yang muncul dapat diketahui dan ditangani sesuai ketentuan.
Sinergitas dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, pemerintah daerah, TNI serta seluruh komponen masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas Pasaman Barat. Kebersamaan tersebut tidak hanya dibutuhkan ketika terjadi persoalan, tetapi juga dalam membangun pencegahan dan memperkuat kepercayaan di tengah masyarakat.
Dari giat Upacara Hari Kesaktian Pancasila di halaman Kantor Bupati Pasaman Barat, pesan yang dibawa menjadi lebih luas: menjaga persatuan adalah tanggung jawab bersama. Kehadiran Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto bersama unsur Forkopimda menjadi bagian dari ikhtiar memperkuat sinergi dan pengabdian, agar Pasaman Barat tetap menjadi daerah yang aman, tertib, damai dan kondusif.
TIM RMO
