KORAMIL 04 LL | Warung kopi tak selalu menjadi tempat untuk sekadar menikmati secangkir kopi dan berbincang santai. Di tangan Babinsa Koramil 04/LL Kodim 0312/Padang, Sertu Mendrizal, tempat sederhana itu justru dimanfaatkan sebagai ruang komunikasi sosial yang dekat dengan kehidupan masyarakat di wilayah binaannya, Kelurahan Gates.
Kegiatan komunikasi sosial tersebut dilakukan Sertu Mendrizal dengan menyambangi warga yang tengah berkumpul di salah satu warung kopi. Suasana santai dimanfaatkan untuk membangun dialog terbuka sekaligus menyerap berbagai informasi yang berkembang di tengah masyarakat.
Pendekatan seperti ini dinilai menjadi salah satu cara efektif Babinsa dalam menjaga kedekatan dengan warga. Tidak selalu harus melalui forum resmi, komunikasi dapat dibangun dari tempat-tempat sederhana yang menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Sertu Mendrizal berinteraksi langsung dengan warga sambil mendengarkan berbagai cerita dan kondisi yang berkembang di lingkungan sekitar. Percakapan berlangsung cair, namun tetap diarahkan pada persoalan sosial dan keamanan lingkungan.
Bagi seorang Babinsa, mengetahui kondisi wilayah tidak cukup hanya melalui laporan administratif. Kehadiran langsung di tengah masyarakat menjadi bagian penting untuk memahami dinamika yang terjadi secara lebih nyata.
Warung kopi pun berubah menjadi ruang bertukar informasi. Warga dapat menyampaikan berbagai persoalan maupun masukan secara langsung, sementara Babinsa dapat memberikan imbauan dan mengingatkan pentingnya menjaga keamanan serta keharmonisan lingkungan.
Sertu Mendrizal juga mendorong masyarakat untuk tidak bersikap acuh terhadap kondisi di sekitar tempat tinggal. Kepedulian bersama, menurutnya, menjadi salah satu modal penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman dan kondusif.
Komsos tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pembinaan teritorial tidak selalu dilakukan dengan pendekatan formal. Kedekatan emosional dan komunikasi yang dibangun secara natural justru dapat membuat warga lebih terbuka dalam menyampaikan informasi.
Melalui komunikasi yang intensif, Babinsa dapat mengetahui persoalan yang mungkin muncul sejak dini. Informasi dari masyarakat menjadi bagian penting dalam membantu menjaga stabilitas wilayah binaan.
Kehadiran Sertu Mendrizal di tengah warga juga menjadi gambaran pendekatan humanis TNI dalam menjalankan tugas kewilayahan. Babinsa tidak hanya hadir ketika terjadi persoalan, tetapi berupaya membangun hubungan dengan masyarakat jauh sebelum persoalan itu muncul.
Bagi masyarakat Kelurahan Gates, kehadiran Babinsa di ruang-ruang publik seperti warung kopi memberikan warna tersendiri dalam hubungan antara aparat kewilayahan dan warga. Komunikasi menjadi lebih cair, sementara rasa kebersamaan dapat terus diperkuat.
Kegiatan tersebut diharapkan mampu menjaga komunikasi dua arah antara Babinsa dan masyarakat. Setiap informasi yang berkembang dapat menjadi bahan untuk menentukan langkah pembinaan yang sesuai dengan kondisi di lapangan.
Sertu Mendrizal menempatkan komunikasi sebagai bagian penting dari tugasnya sebagai Babinsa. Dengan turun langsung dan berbaur bersama warga, berbagai persoalan di lingkungan dapat diketahui secara lebih cepat dan dicarikan jalan keluar melalui koordinasi yang tepat.
Komsos juga menjadi sarana untuk mengajak masyarakat bersama-sama menjaga ketertiban, keamanan dan persatuan di lingkungan masing-masing. Peran aktif warga sangat dibutuhkan karena keamanan wilayah bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.
Dari sebuah warung kopi, pesan kebersamaan itu terus dibangun. Sertu Mendrizal menunjukkan bahwa kedekatan Babinsa dengan masyarakat dapat dimulai dari hal sederhana: hadir, mendengar dan berkomunikasi secara langsung dengan warga.
Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat merupakan bagian dari semangat “TNI UNTUK RAKYAT”, dengan membangun komunikasi, kepedulian dan kebersamaan sebagai fondasi dalam menjaga lingkungan yang aman serta kondusif.
Wyndoee


