PUPR KOTA PADANG | Percepatan pembangunan infrastruktur pengelolaan air di Kota Padang terus digenjot Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) di bawah kendali Kepala Dinas PUPR Kota Padang Malvi Hendri. Pantauan di kawasan Daerah Irigasi (DI) Lubuk Minturun, Kamis, 24 September 2026, menunjukkan aktivitas konstruksi masih berlangsung intensif, mulai dari pengerjaan saluran hingga penguatan struktur dengan susunan batu.
Bukan hanya satu titik yang menjadi perhatian. Sebanyak 21 paket pekerjaan fisik yang meliputi drainase, irigasi dan penanganan sungai tengah dipacu PUPR Kota Padang. Pekerjaan tersebut diarahkan ke sejumlah kawasan yang membutuhkan penguatan sistem pengelolaan air, termasuk wilayah yang sebelumnya menghadapi persoalan banjir, sehingga percepatan pembangunan menjadi bagian penting dalam memperbaiki fungsi infrastruktur di lapangan.
Di DI Lubuk Minturun, progres pekerjaan telah mencapai sekitar 40 persen per 24 September 2026. Capaian tersebut berada sekitar 10 persen di atas target pada tahapan yang sama, memperlihatkan pekerjaan bergerak lebih cepat dari sasaran sementara yang telah ditetapkan. Angka progres itu menjadi salah satu indikator bahwa pelaksanaan fisik di lokasi terus dikebut menuju tahap penyelesaian.
Percepatan tersebut memiliki arti penting bagi kawasan Lubuk Minturun karena jaringan irigasi berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Aliran air dibutuhkan untuk menunjang lahan persawahan sekaligus kolam perikanan warga. Karena itu, pembangunan saluran bukan sekadar pekerjaan konstruksi, melainkan menyangkut keberlanjutan fungsi pengairan yang menopang aktivitas masyarakat sehari-hari.
Di lapangan, konstruksi terlihat mulai membentuk bagian-bagian saluran dan struktur pengaman. Susunan batu dikerjakan sebagai penguatan sisi konstruksi, sementara bagian saluran ditata secara bertahap. Infrastruktur yang dibangun tersebut diharapkan mampu membuat aliran air lebih terarah, sekaligus memperkuat sistem pengelolaan air di kawasan ketika debit meningkat.
Malvi Hendri bersama jajaran PUPR tidak hanya mengejar percepatan pada DI Lubuk Minturun. Sebaran 21 paket pekerjaan menunjukkan penanganan dilakukan pada sejumlah titik melalui pembangunan dan pembenahan drainase, irigasi serta sungai. Langkah tersebut menjadi penting karena persoalan genangan dan banjir berkaitan dengan banyak unsur, mulai dari kapasitas drainase dan kondisi saluran hingga kemampuan jaringan sungai serta irigasi dalam mengalirkan air.
Target penyelesaian DI Lubuk Minturun telah ditetapkan pada 9 November 2026. Dengan progres 40 persen pada 24 September, pekerjaan masih memiliki waktu untuk terus dikebut. Namun, percepatan tidak boleh berhenti pada angka persentase. Kualitas material, kekuatan struktur, ketepatan bentuk saluran dan hasil akhir konstruksi tetap menjadi bagian penting agar infrastruktur mampu menjalankan fungsinya dalam jangka panjang.
Kini, 21 paket infrastruktur tersebut memasuki fase yang menuntut konsistensi pengawalan hingga pekerjaan benar-benar tuntas. Progres DI Lubuk Minturun yang telah mencapai 40 persen menjadi modal awal menuju target 9 November 2026, sementara Malvi Hendri dan jajaran PUPR dituntut menjaga dua hal sekaligus: pekerjaan bergerak cepat dan hasilnya tetap berkualitas. Sebab, ukuran keberhasilan pembangunan bukan semata proyek selesai tepat waktu, tetapi ketika saluran, irigasi dan infrastruktur pengendali air benar-benar kembali berfungsi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Katim RMO Group | Wyndoee


